MASTAKUR ALA MAHASISWA KKN UNRAM UNTUK PRINGGABAYA UTARA


foto bersama masyarakat dusun tinggir

       Mahasiswa unram yang sudah memenuhi 120 SKS di wajibkan untuk melaksanakan pengabdian salah satu isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, berbicara tentang pengabdian berarti sama halnya kita menerapkan ilmu dan pengetahuan yang kita dapat selama ini di bangku perkuliahan ke salah satu tempat yang di tunjukan oleh LPPM.

     Tepat tanggal 23 Desember 2019, Lembaga Penjamin dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram melepas 2950 mahasiswa unram untuk melaksanakan pengabdian di pulau seribu masjid dengan satu kelompok sepuluh orang anggota dengan tujuh tema yaitu BKKBN, PRODUK OLAHAN, INFRASTRUKUR, KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE), WISATA, ZERO WASTE, dan ADMINISTRASI PENDUDUK. Setelah tema dan kelompok sudah di ketahui, maka selanjutnya LPPM bertugas membagi tempat untuk pengabdian. 

       Dari sekian Desa yang ada di Pulau Seribu masjid (Lombok), di dapatlah Desa PringgabayaUtara dengan Tema Produk Olahan sebagai tempat Pengabdian.  Adapun nama-nama mahasiswa yang  mengabdi di Desa Pringgabaya Utara yaitu : ABDUL WARIS  fakultas Hukum, ABDURROZAK fakultas Pertanian, ASTITI SOFYATI ZAHRA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, BQ. ALIFIA SUKMA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, EKA YULIANTI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, HARIS MUNANDAR Fakultas Tehnik, HERIANTO Fakultas Peternakan, NUR QOYIMAH Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, WIDYA KHAERUNISYAH Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan ZULMINARNI Fakultas Pertanian.

      Desa Pringgabaya Utara adalah desa yang baru berumur kelas 2 Sekolah Dasar, di karenakan Desa Pringgabaya Utara baru berumur delapan Tahun hasil mekar dari desa Pringgabaya Induk. Desa Pringgabaya Utara yaitu desa yang terkenal kering dan tandus, dan masih kental dengan adatnya. tetapi disisi lain desa pringgabaya utara memiliki sumber daya alam yang melimpah. Hal ini bisa di lihat dari hasil pertanian dan luas wilayah untuk pertanian. Tentu ini anugerah terindah yang di berikan oleh sang pencipta untuk Desa Pringgabaya Utara.

      Dari banyaknya hasil pertanian, salah satunya adalah TOMAT. Hampir sebagian besar masyarakat di Desa Pringgabaya Utara menanam tomat di lahannya. Sebab tanaman tomat adalah tanaman yang mudah di tanam  dan selain itu juga tomat selalu di butuhkan oleh ibu Rumah Tangga. Melihat itu, tentu ini peluang emas bagi petani.

      Dari beberapa keuntungan yang petani dapatkan, masih banyak juga masalah yang di hadapinya. Salah ssatunya yaitu harga tomat. Setelah di observasi ke masyarakat, ketika harga tomat naik seperti sekarang ini, petani akan tersenyum di karenakan lelahnya terbayar dan seimbang dengan pendapatan yang di dapatkan. Akan tetapi ada saat-saat tertentu harga tomat turun drastis, dan itu membuat petani merasa rugi dan membuang tomat begitu saja.  Tentu sangat memprihatinkan bukan?

     Berawal dari jeritan petani yang mengalami kerugian baik secara material maupun tenaga dan waktu. Maka mahasiswa KKN UNRAM dengan PRODUK OLAHAN hadir  membawa produk MASTAKUR (Manisan Tomat kurma).

       MASTAKUR adalah salah satu  produk terobosan yang di bawa oleh mahasiswa KKN UNRAM sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi keluarga di Desa Pringgabaya Utara  dan selain itu juga, produk ini di harapkan bisa membawa nama desa Pringgabaya Utara terkenal sebagai produk asli dari desa priggabaya utara.

      Mahasiswa KKN Unram menggencarkan sosialisasi baik lewat terjun langsung ke masyarakat dan meminta bantuan elemen yang ada di desa pringgabaya utara seperti pemerintah desa, karang taruna, ibu kader serta masyarakat yang ada di pringgabaya utara.
    
    Setelah sosialisasi di lakukan, kami melakukan pelatihan langsung ke masyarakat guna memastikan masyarakatnya paham terhadap pembuatan MASTAKUR bertempat di Aula Kantor Desa Pringgabaya Utara dan Dasan Tinggir serta memberitaukan dampak positif yang terjadi di perekonomian keluarga. Sembari pelatihan di lakukan, kami juga membawa MASTAKUR yang sudah jadi dalam bentuk kemasan. Sehingga setelah selesai pelatihan maka masyarakat bisa langsung mencicipi MASTAKURNYA, ujar HERIANTO selaku ketua kelompok KKN.
  
     Alhamdulillah, selesai mencicipi MASTAKUR masyarakat bilang enak dan sudah tidak rasa tomatnya lagi, yang ada hanya persis seperti kurma. Dan layak dijadikan usaha.

Komentar

Posting Komentar