Bang Igon : DOMPU, Cerita Penderitaan Rakyat Berawal dari “Jika Saya terpilih Nanti”


 

DOMPU, cerita penderitaan Rakyat sering berawal dari jika saya terpilih nanti, maka saya akan membuat masyarakat sejahtera, membuat maju daerah ini, membuat banyak lowongan pekerjaan, dan membuat perubahan yang ada di bumi NGGAHI RAWI PAHU untuk masyarakat, tentu ini adalah yang di harapkan oleh masyarakat seandainya benar-benar terealisasi.

Tahun ini adalah tahun pesta demokrasi bagi daerah yang melaksanakan pergantian pemimpin tidak terkecuali di DOMPU. Tentu ini adalah tahun yang paling meriah di antara tahun-tahun yang lain, mengingat pemilihan kepala daerah ini jaraknya 5 tahun sekali. Harapan dan doa masyarakat kepada calon pemimpin sangat besar. Saat ini calon pemimpin di DOMPU akan terus berlomba-lomba berdatangan ke tiap-tiap kecamatan yang ada di wilayah tersebut, bahkan ke pelosok pun akan di kunjungi oleh calon pemimpin untuk menitipkan sebuah kata janji .

Begitulah calon pemimpin, datang sesuka dan semaunya, pulang pun tidak lupa untuk mencium tangan kasar petani, terlihat manis dan halus begitulah cara untuk menyentuh hati masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, ketika sang pemimpin di Dompu terpilih dan menduduki kursi di singgasanah yang empuk, segala janji yang telah terucap lenyap begitu saja, tidak terkecuali daerah-daerah pelosok yang sedang menanti segala janji telah dilupakan oleh nya.

Pemimpin, yang awalnya menitipkan janji, sekarang telah melupakan nya. Mungkin, itu semua pengaruh dari kursi yang nyaman dan empuk kali ya. Itulah yang saya rasakan di kabupaten ku, tanah kelahiran yang jauh dari perkotaan dan berada di pinggiran gunung. Dari periode pemimpin yang satu berganti ke periode pemimpin berikutnya tetap saja tidak ada perubahan dan tidak pernah ada sentuhan tangan dari pemerintah daerah. Se begitu kesalnya pemimpin ku di tanah kelahiran ini?

Dari hati yang paling dalam aku bertanya, apakah begini cara para pemimpin ku memimpin DOMPU? Melupakan sebagian orang yang ada di wilayahnya? Melupakan daerah-daerah tertinggal? Melupakan tangan kasar petani yang pernah berjabat tangan dan mencium nya?

Semoga calon pemimpin tahun ini tidak mengeluarkan banyak janji, dan bisa benar-benar merealisasikannya. Dan bisa meratakan pembangunan yang ada di wilayah kabupaten DOMPU.

Komentar